Pelatih asal Singapura Bicara soal Talenta Sepak Bola Indonesia

Tidak kurang dari 350 anak usia 12-14 tahun mengikuti seleksi hari pertama dari program Bintang Lapangan, di Lapangan ACS, Jakarta, Sabtu (9/2/2019). Mereka akan mengikuti seleksi tahap final di lokasi yang sama, pada Minggu (10/2/2019).

“Saya tahu acara ini dari akun Instagram-nya Sutan Zico. Saya bilang ke ayah, terus daftar. Tadi berangkat dari rumah (di Pondok Gede) jam 06:00 WIB juga diantar ayah. Saya striker, saya ingin masuk Timnas Indonesia,” ujar seorang peserta seleksi U-14, Dimas.

Bintang Lapangan merupakan program yang digagas Home Credit dan didukung oleh Asia Football School dan Bolalob. Program ini terbuka bagi bagi anak-anak yang lahir antara Januari 2005 hingga Desember 2008. Ibcbet Indolucky7.

Pendaftaran bisa dilakukan secara online, melalui Bintang Lapangan. Tidak ada pungutan apa pun bagi siapa pun yang mengikuti program ini.

Pendaftaran dilakukan secara individu. Pada hari H, para peserta akan dibagi dalam sejumlah kelompok untuk menjalani serangkaian uji coba, termasuk melakoni pertandingan.

“Saya tadi dari Ciledug dengan tiga teman satu SSB. Orang tua kami juga ikut. Sampai sini, kami dimasukkan kelompok berbeda, jadi tidak main bareng. Seru sih, jadi punya banyak teman baru,” ujar Farel, yang juga masuk seleksi U-14.

Seleksi Bintang Lapangan akan dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap regional dan grand final. Fase regional akan berlangsung di Jakarta pada 9-10 Februari, Denpasar pada 23-24 Februari, dan Bandung pada 9-10 Maret 2019. Fase grand final akan digelar di Jakarta pada 4-7 April 2019 di Jakarta.

Pemain Timnas Indonesia U-16 Sutan Zico, Brylian Aldama, Bagus Kahfi, dan Bagas Kaffa pernah menjalani pendidikan seperti yang akan didapatkan enam pemenang nasional.

“Indonesia tidak pernah punya masalah soal bakat. Di sini saja, saya bisa melihat banyak anak-anak yang punya potensi untuk bermain di level Asia. Namun, untuk sampai ke sana, anak-anak ini perlu mendapatkan pendidikan yang benar dan konsisten,” ujar General Manager AFS Muhd Faizal Saaudi.

“Dalam pendidikan sepak bola, bakat di anak saja tidak cukup. Lingkungan, terutama orang tua dan federasi juga harus mendukung secara positif. Untuk anak-anak seusia anak-anak ini, hasil bukan yang terpenting. Karakter dan mental menjadi krusial dalam proses perkembangan pada tahap ini. Zico, Brylian, Bagas, dan Bagus juga melalui tahap itu dan masih perlu terus didampingi” lanjut Muhd Faizal Saaudi, yang berasal dari Singapura.

Be the first to comment on "Pelatih asal Singapura Bicara soal Talenta Sepak Bola Indonesia"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*