Sarri: Tekanan di Napoli Lebih Besar ketimbang Chelsea

Performa Chelsea yang menurun membuat Maurizio Sarri mulai disorot. Namun Sarri merasa tekanan di Chelsea tak sebesar saat ia masih menangani Napoli.

Sarri sedang menjalani musim perdananya sebagai manajer Si Biru. Awal petualangannya musim ini berjalan mulus. Bola Tangkas.

Chelsea tak terkalahkan dalam 12 laga pertama Liga Inggris. Namun, setelah itu inkonsistensi mulai terlihat. Lima kekalahan dialami Chelsea di 12 laga selanjutnya.

Dua laga terakhir di Liga Inggris berakhir negatif untuk Chelsea. Mereka berturut-turut dikalahkan Arsenal 0-2 dan kemudian dipermalukan Bournemouth 0-4. Chelsea pun keluar dari zona Liga Champions dan turun ke peringkat kelima.

Tekanan kepada Sarri pun mulai bermunculan. Meski demikian, dengan reputasi Chelsea sebagai klub yang kerap gonta-ganti manajer, Sarri tak ambil pusing. Pekerjaan yang berisiko sudah jadi ‘makanannya’.

“Pekerjaan saya selalu berisiko dan saya mencintainya karena itu. Saya bisa berkembang karena tekanan. Saya datang dari Napoli dan mereka berada di Liga Champions tiga tahun beruntun. Level di sini memang sangat tinggi, tapi level di sana juga tidak rendah-rendah amat,” ujarnya seperti dikutip Sky Sports.

“Saya rasa ada tekanan yang lebih besar di Napoli. Naples adalah satu-satunya kota di Italia yang cuma punya satu tim sepakbola, jadi tekanan dari fans luar biasa besar.”

“Itu bukan masalah saya. Saya ingin tetap menjadi orang yang sama. Jika saya seorang pemimpi, sayalah pemimpi itu. Jika saya bersenang-senang dengan sepakbola saya, saya ingin melakukannya. Jika saya pikir organisasi di dalam tim adalah segalanya, saya tak bisa mengubah pikiran akan itu,” jelas Sarri.

Be the first to comment on "Sarri: Tekanan di Napoli Lebih Besar ketimbang Chelsea"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*