Batal Jadi Tim Musafir, Persebaya Tetap Bermarkas di Surabaya

Ketakutan manajemen dan suporter Persebaya bakal terusir dari Surabaya akhirnya tidak terjadi. Di Liga 1 2020 mereka tetap dapat bermarkas di kota dengan luas 326,81 km2 itu.

Sebelumnya, Persebaya terancam jadi tim musafir lantaran Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, tidak bisa digunakan lantaran tengah memasuki proses renovasi. Sementara Stadion 10 November belum ada titik terang bisa digunakan atau tidak.

Namun, setelah manajemen dan perwakilan Bonek bertemu Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada Selasa (22/1/2020) pagi, ada solusi dari kondisi tersebut.

“Berdasarkan hasil pertemuan, Persebaya tetap bisa main di Stadion GBT,” ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surabaya, Edi Santoso seperti dikutip dari Antara.

Persebaya bisa menggunakan stadion Gelora Bung Tomo dan Gelora 10 November untuk mengarungi musim 2020. Namun, ada syarat dan ketentuan berlaku. Pertama, tim besutan Aji Santoso itu bisa menggunakan GBT asalkan rumput lapangan belum dibongkar. Jadi lapangan bisa digunakan dan pertandingan bisa dilangsungkan di GBT sampai dengan akhir Juli 2020. Agen Ibcbet.

Kedua, pada minggu kedua Juni akan dirapatkan lanjutan berkaitan dengan persiapan penggunaan Gelora 10 November.

Ketiga, Persebaya dapat melakukan pertandingan di kota Surabaya baik di GBT atau Gelora 10 November dengan memperhatikan ketentuan nomor satu dan dua.

Ketiga poin tersebut teah disepakati dan ditandatangani oleh seluruh perwakilan, yaitu manajemen Persebaya, Bonek, dan Pemkot dari dinas terkait yang hadir.

Be the first to comment on "Batal Jadi Tim Musafir, Persebaya Tetap Bermarkas di Surabaya"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*