Tak Mau Terus Didenda, PSIS Atur Cara Jual Pedagang Asongan dan Tingkah Suporter

PSIS mengalami nasib kurang mengasyikkan dalam dua laga terakhir. Mereka harus merogoh kocek sebesar Rp175 juta untuk membayar denda terkait tingkah laku buruk suporternya.

Suporter PSIS melakukan lemparan botol ke lapangan dan penyalaan kembang api. Tak mau itu terus terjadi, manajemen PSIS bergerak.

Panitia Pelaksana (Panpel) PSIS menggelar rapat pada Senin (17/6/2019) yang bertujuan untuk menghentikan tingkah buruk tersebut.

Berikut keputusannya:

1. Aturan untuk pedagang asongan
a. Pedagang asongan dilarang untuk menjual dagangannya dalam kemasan botol plastik, kaca, dan cup yang tertutup.
b. Terkait hal tersebut, pihak pedagang asongan akan diberikan surat pernyataan kesepakatan oleh panpel PSIS.
c. Bagi pedagang asongan yang masih menjual dagangannya dalam kemasan tersebut, maka akan dikenai denda Agen Ibcbet.

2. Terkait air minum dalam kemasan botol
a. Bagi para suporter maupun penonton umum yang kedapatan membawa botol minum plastik dan kaca, maka botol minum tersebut akan disita. Air minum dalam botol plastik dan kaca akan dipindahkan ke plastik biasa.
b. Panpel berhak mengeluarkan suporter maupun penonton yang melanggar aturan.

3. Terkait kembang api, smokebomb, flare, dan benda tajam
a. Suporter dan penonton umum dilarang untuk membawa kembang api, smokebomb, dan flare, dan benda tajam ke dalam area stadion. Jika kedapatan membawa barang-barang tersebut, maka akan disita oleh pihak panpel.
b. Pihak panpel berhak untuk mengeluarkan suporter atau pun penonton umum yang melanggar aturan tersebut.

Be the first to comment on "Tak Mau Terus Didenda, PSIS Atur Cara Jual Pedagang Asongan dan Tingkah Suporter"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*